FAKTOR RESIKO DIABETES MELITUS DI KABUPATEN MAJENE
Abstract
Diabetes melitus terjadi akibat ketidakmampuan tubuh memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif, menyebabkan hiperglikemia yang berisiko merusak jaringan dan organ (IDF, 2020). Pada tahun 2019, IDF mencatat prevalensi diabetes global sebesar 9,3%, dengan Indonesia menempati peringkat ketiga di Asia Tenggara (11,3%). Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi diabetes di Sulawesi Barat mencapai 1,3%. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Lembang, Kabupaten Majene.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah peneltian observational dengan peneatan cross sectional study , dengan besar sampel sebanyak 95 orang dengan jumlah yang menderita DM 61 orang (64,2%) dan tidak menderita diabetes melitus 34 orang (35,8%). pengambilan sampel dilakukan di Puskesmas Lembang, puskesmas Totoli dan puskesmas Pamboang dengan cara accidental sampling
Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat keluarga (p= 0,039 < ? 0,05) pola makan (p=0,047 < ? 0,05) aktifitas fisik (p=0,000 < ? 0,05) dan hipertensi (p=0,617 >? 0,05) Riwayat keluarga, pola makan dan aktifitas fisik memiliki hubungan signifikan dengan kejadian diabetes melitus di kabupaten Majene