HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS KESEHATAN DENGAN PENERAPAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS KESEHATAN DENGAN PENERAPAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS)
Abstract
Salah satu upaya untuk mengatasi angka kesakitan dan angka kematian bayi dan balita, dikembangkan suatu strategi yaitu Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) adalah suatu pendekatan menyeluruh dalam tatalaksana balita sakit usia 0-5 tahun yang bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian pada balita. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap petugas kesehatan dengan penerapan MTBS di Puskesmas Sendana I Kabupaten Majene. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling (31 responden). Penelitian ini diperoleh hasil, 23 orang (74,2%) berpengetahuan baik, tetapi 8 orang (25,8%) yang menerapkan MTBS. Sedangkan sikap diperoleh hasil 20 (64,5%) orang bersikap positif tetapi menerapkan MTBS 8 orang (40%). Analisa hubungan pengetahuan dengan penerapan MTBS menunjukkan nilai p (0,076) berarti tidak ada hubungan yang bermakna, sementara analisa hubungan sikap dengan penerapan MTBS diperoleh nilai p (0,028%) berarti ada hubungan yang bermakna. Perlu adanya kebijakan untuk meningkatkan motivasi kepada petugas kesehatan serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menerapkan MTBS sesuai standar
References
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes Republik Indonesia (2008). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2007.Depkes RI:Jakarta.Diakses tanggal 21-4-2021.
http://www.ppid.depkes.go.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=53&Itemid=87.
Boymau,A.dkk(2008).Evaluasi program MTBS pneumonia pada Puskesmas di Kota Kupang. Skripsi.Bali.FKM UNDAYANA.Diakses tanggal 16-4-2021.http://isjd.pdii.lipi.go.id/index.php/Search.html?act=tampil&id=64819&id
Dharma K,K.(2011).Metode penelitian keperawatan.Trans Info Media:Jakarta.
Dinas Kesehatan Kabupaten Majene (2019).Profil kesehatan Kabupaten Majene 2019.Dinkes:Majene.
Direktorat Bina Kesehatan Anak,(2011).Manajemen terpadu balita sakit atau Integrated management of childhoodillness (IMCI).Diakses tanggal 7 Juni2021. http://www.kesehatananak.depkes.go.id/index.php.
Effendi S.(2005).Analisis hubungan antara pengetahuan dan sikap petugas kesehatan dengan penerapan MTBS pada deteksi dini pneumonia di Puskesmas Dompu kota Kabupaten Dompu.Skripsi.Surabaya:PSIK FK UNAIR.
Hanafiah,S dkk(2008).Pengaruh karateristik individu dan system imbalan terhadap aktivitas supervise pada penatalaksanaan MTBS di Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh timur.Tesis.Medan.Program Pascasarjana USU.Diakses tanggal 16-4-2021.
http:/ repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/6777/1/08E00406.pdf
Hasanbasri dan Lie,K.(2007).Dukungan manajemen terpadu balita sakit di puskesmas kabupaten Jayapura.Tesis.Yokyakarta:Progam Magister Kebijaka dan Manajemen Pelayanan Kesehatan UGM.
Diakses tanggal 16 april 2021. http://www.lrc-kmpk.ugm.ac.id/id/UP-PDF/_working/No.21_One%20Wakur_07_07.pdf
Hidayat,A.A.(2011).Metode penelitian keperawatan dan teknik analisa data.Salemba Medika:Jakarta.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (2011). Profil Kesehatan Indonesia 2010.Kemenkes RI:Jakarta.
Kemenkes Republik Indonesia, (2015).Pengantar Manajemen Terpadu Balita Sakit Modul 1. Kemenkes RI:Jakarta.
Kemenkes Republik Indonesia, (2015)Penilaian dan Klasifikasi Anak Sakit Modul 2. Depkes RI:Jakarta.
Kemenkes Republik Indonesia, (2015).Menentukan tindakan dan memberikan pengobatan Modul 3. Kemenkes RI:Jakarta.
Kemenkes Republik Indonesia, (2015)Manajemen terpadu bayi muda kurang dari 2 bulan modul 5. Kemenkes RI:Jakarta.
Kemenkes Republik Indonesia, (2015).Tindak lanjut modul 6. Kemenkes RI:Jakarta.
Kemenkes Republik Indonesia, (2015).Pedoman penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit modul 7. Kemenkes RI:Jakarta.
Kemenkes Republik Indonesia, (2015).Buku bagan manajemen terpadu balita sakit. Kemenkes RI:Jakarta.
Notoatmojo,S.(2010).Metode penelitian kesehatan.Rieka Cipta:Jakarta.
Notoatmojo,S,(2010).Ilmu perilaku kesehatan.Rieka cipta:Jakarta.
Nursalam,(2011).Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan.edisi 2.Salemba Medika:Jakarta.
Soge.P.H,dkk.(2009).Tinjauan panatalaksanaan pneumonia dengan manajemen Terpadu balita sakit (MTBS) di Puskesmas terpencil di Kabupaten Kupang.Skripsi.Bali.FKM UNDAYANA. Diakses tanggal 10-3-2021.
http:/isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/1309196210_2085-9341.pdf
Rekawati,S. (2011). Analisis Implementasi Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Puskesmas Kota Surabaya.Disertasi tidak diterbitkan.Semarang:Program Pascasarjana UNDIP.
diakses tgl 21 -4-2021. http://eprints.undip.ac.id/32664/
Soenarto,Y (2012).MTBS:Strategi untuk meningkatkan derajat kesehatan anak.Disampaikan pada symposium pediatric TEMINAS 2012.Surakarta 1 agustus 2009.Diakses tanggal 16-3-2021.
http://fk.uns.ac.id/static/file/MTBS_2011.pdf
Sugiyono (2004).Statistik pendekatan praktek.rieka cipta:Jakarta.
UN Inter-agency Group for Mortality Estimation,(2011).Levels and trends in child mortality.UNICEF:New York.
Wawan,A dan Dewi.(2010).Teori dan pengukuran sikap dan perilaku manusia.Nuha medika:Yokyakarta.