PENUNDAAN PEMOTONGAN TALI PUSAT DAN LAMA KALA III

Nur Anita, Raehan Raehan, Bahra Bahra, Haerani Haerani

Abstract

Penundaan pemotongan tali pusat (Delayed Cord Clamping) adalah praktik penundaan pemotongan tali pusat dimana tali pusat tidak langsung dipotong sampai setelah denyutan berhenti atau sampai setelah plasenta lahir seluruhnya. Tindakan ini selain sangat berdampak positif pada bayi juga dapat mempercepat proses Kala III persalinan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbandingan rerata lama kala III pada penundaan dan pemotongan segera tali pusat ibu bersalin. Jenis penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimental dengan desain Posttest Only Control Grup Design dengan cara melakukan observasi terhadap dua kelompok yaitu kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan penundaan pemotongan tali pusat sampai plasenta lahir seluruhnya sedangkan kelompok control tidak mendapatkan perlakuan dalam hal ini tali pusat segera dipotong. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa kelompok eskperimen rerata lama kala III adalah 4.27 menit dengan SD (1.100) sedangkan kelompok control rerata lama kala III adalah 8.07 menit dengan SD (1.534) dengan nilai P-value 0.000 0.05 dan nilai signifikansi >0.05 maka berdistribusi normal. Kesimpulan dari penundaan dan pemotongan segera tali pusat. Ada perbandingan rerata lama kala III pada pasien dengan penundaan pemotongan tali pusat. Ada perbandingan rerata lama kala III tanpa penundaan pemotongan tali pusat. Ada perbandingan rerata lama kala III dengan penundaan dan tanpa penundaan pemotongan tali pusat. Penundaan pemotongan tali pusat dapat dijadikan sebagai alternative kebijakan dalam manajemen aktif kala III. Kepada peneliti selanjutnya, agar dapat menambah jumlah responden dan mengkaji lebih dalam mengenai perbedaan rerata lama kala III pada penundaan dan pemotongan segera tali pusat.

References

Adrian, K. (2019, Juni 8). Apakah Menunda Pemotongan Tali Pusat Bayi Benar-Benar Bermanfaat? (https://www.aladokter.com./apakah-menunda-pemotongan-tali-pusat-bayi-benar-benar-bermanfaat).
Aprilia, Y. (2019). Gentle Birth. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, anggota IKAPI.
Andersson, O. H. (2013). Effect of Delayed Versus Early Umbilical Cord Campling On Neonatal Outcomes and Iron Status At 4 Months:A Randomised Controlled Trial . BMJ, 343 (10), pp 1-12.
Baety, A. (2011). Biologi Reproduksi ; Kehamilan dan Persalinan. Yogyakarta: Graha Ilmu
Bambang, W. (2014). Kala III Pelepasan Plasenta. https://dinikomalasari.wordpress.com/2014/05/20/kala-iii-pelepasan-plasenta/
Djafar, R. H. (2019). Trend & Issue keperawatan VOL : 1 Keperawatan medical bedah, maternitas jiwa, komunitas, gawat darurat, gerontic & anak. Jawa tengah: lakeisha yang bekerja sama dengan STIKES Muhammadiyah manado.
Hutton EK, H. E. (2007). Late vs Early Clamping of the Umbilical Cord in Full. Jakarta: JAMA.
Indriyani, D. (2013). Keperawatan Maternitas pada Area Perawatan Antenatal. Edisi Pertama. Yogyakarta : Graha Ilmu
Kurniarum, A. (2016). Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Jakarta Selatan : Pusdik SDM Kesehatan.
Kuswandi, L. (2014). Hypnobirthing A Gentle Way to Give Birth. Jakarta: Pustaka Buada, Grup Puspa Swara, Anggota IKAPI.
Lowdermilk, P. &. (2013). Keperawatan Maternitas. Singapore: Elsevier.
McDonald SJ, M.P. (2014). Effect of Timing of Umbilical Cord Clamping of Term Infants on Maternal and Neonatal Outcomes (Review) Evid-Based Child Health. Evidence-Based Child Health : A Cochrane Review Journal, 9:2:303-397
Mercer JS, e. a. (2006). Delayed Cord Clamping in Very Preterm Infants Reduces
the Incidence of Intranventicular Homorrhage and Late Onset Sepsis : A Randomized Controlled Trial. Pediatrics, 117;1235-1242.
Munawaroh, A. R. (2018). Pengaruh Penundaan Pemotongan Tali Pusat Terhadap Lama Lahir Plasenta, Lama Puput Tali Pusat Dan Keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di RB Anny Rahardjo dan RB Rosnawati Jakarta Timur. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1.
Mutmainnah, A. J. (2017). Asuhan Persalinan Normal dan Bayi Baru Lahir. Jogjakarta: Nuha Medika.
Putri, E. &. (2012). Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin Normal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Riksani, R. (2012). Keajaiban Tali Pusat dan Plasenta Bayi. Jakarta : Dunia Sehat.
Rochmaedah, S. d. (2018). Tindakan Penundaan Penjepitan Tali Pusat Berpengaruh Terhadap Lama Kala III Persalinan. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 3.
Shofiah ilmiah, W. (2015). Buku Ajar Asuhan Persalinan Normal. Yogyakarta: Nuha Medika.
Sulistyawati, N. (2013). Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin. Yogyakarta: Salemba Medika.
Sodikin. (2009). Buku Saku Perawatan Tali Pusat. Jakarta: EGC
Tando, N.M. (2013). Mutu Pelayanan Kebidanan Dan Kebijakan Kesehatan. Jakarta: IN MEDIA.
Tanmoun. (2013). The Hematological Status between Early and Delayed Cord Clamping after Normal Delivery in Term Infants at Damnoen Saduak Hospital. Thai Journal Obstetric and Gynaecology, 21 (2) pp 63-7
WHO. (2012). Guidelines on Basic Newborn Resuscitation. Geneva, World HealthOrganization. (http://www.who.int/maternal_child_adolescent/documents/basic_newborn_resuscitation/en/).
Widiastini, L. P. (2018). Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin dan Bayi Baru Lahir. Bogor: IN MEDIA.
ZH, S. K. (2013). Kehamilan, Persalinan dan Nifas. Yogyakarta: Nuha Medika

Authors

Nur Anita
anita.nurssit90@gmail.com (Primary Contact)
Raehan Raehan
Bahra Bahra
Haerani Haerani
Anita, N., Raehan, R., Bahra, B., & Haerani, H. (2024). PENUNDAAN PEMOTONGAN TALI PUSAT DAN LAMA KALA III. Jurnal Kesehatan Marendeng, 8(1), 1–35. https://doi.org/10.58554/jkm.v8i1.90
Copyright and license info is not available

Article Details

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>